METRO — Semarak awal tahun ajaran baru terasa hangat di SD Muhammadiyah Buya Hamka (SDMu Hamka) Metro Timur. Menandai dimulainya proses belajar mengajar, kegiatan Forum Ta’aruf Siswa (FORTASI) resmi dibuka pada Senin, 13 Juli 2026.
Acara ini dibuka langsung oleh Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Metro Timur, Prof. Dr. Ihsan Dacholfany, M.Ed. Turut hadir dalam pembukaan tersebut Ketua Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen & PNF) PCM Metro Timur, Drs. Sugono, M.Pd.I., perwakilan tim pendiri, serta para wali murid baru.
Pada tahun ajaran ini, SDMu Hamka menyambut 68 siswa baru. Kegiatan FORTASI kali ini mengusung tema inspiratif, yaitu: “Building Character, Inspiring the Future” (Membangun Karakter, Menginspirasi Masa Depan).
Ada yang unik dalam seremonial pembukaan kali ini. Acara ditandai dengan prosesi penyiraman tanaman Tabebuya. Kepala SDMu Hamka, Bekti Ayuningtyas,S.Pd.,Gr., menjelaskan bahwa penyiraman pohon ini merupakan simbol dari proses pendidikan itu sendiri.
“Penyiraman tanaman Tabebuya menjadi simbol harapan bahwa setiap siswa membutuhkan proses perawatan, pendampingan, dan pendidikan yang berkelanjutan agar dapat tumbuh menjadi pribadi yang unggul dan berkarakter,” terangnya.

“Seperti Tabebuya yang tumbuh indah setelah dirawat, para siswa diharapkan kelak menjadi generasi yang memberi manfaat bagi lingkungan sekitar. Kami berkomitmen menjadikan sekolah ini sebagai tempat belajar yang aman, nyaman, serta tumbuh kembang yang menggembirakan bagi anak-anak.”
Cita-cita besar SDMu Hamka ini pun menjadi harapan bersama yang turut diaminkan dengan khidmat oleh seluruh orang tua siswa yang hadir.
Senada dengan visi sekolah, Ketua PCM Metro Timur, Prof. Dr. Ihsan Dacholfany, M.Ed., memberikan pesan mendalam dalam sambutannya. Ia mengingatkan seluruh hadirin mengenai hadis Nabi Muhammad SAW riwayat Imam Muslim:
“Apabila anak Adam meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.”
Prof. Ihsan menjabarkan bagaimana ketiga amalan tersebut sangat erat kaitannya dengan peran sekolah dan orang tua di SDMu Hamka:
- Sedekah Jariyah: Harta atau wakaf yang disalurkan untuk kepentingan umum yang manfaatnya terus mengalir, termasuk dalam mendukung operasional dan fasilitas di SD Muhammadiyah Buya Hamka ini.
- Ilmu yang Bermanfaat: Ilmu kebaikan yang diajarkan oleh para guru di SDMu Hamka, yang nantinya akan diamalkan oleh para peserta didik. Pahala dari ilmu ini akan terus mengalir selama ilmu tersebut dipraktikkan dalam kehidupan.
- Anak Saleh yang Mendoakan: Komitmen bersama untuk mendidik anak-anak agar tumbuh menjadi pribadi saleh dan saleha. Anak-anak inilah yang nantinya akan selalu mendoakan orang tuanya dengan tulus, serta menjadi penolong sekaligus pemberat amal kebaikan orang tua di akhirat kelak. (BA)

