Sabtu, April 18, 2026
BerandaBeritaUpaya Abadikan Jejak Dakwah, MPI dan Dikdasmen PDM Kota Metro Gelar Pelatihan...

Upaya Abadikan Jejak Dakwah, MPI dan Dikdasmen PDM Kota Metro Gelar Pelatihan Penulisan Sejarah Sekolah

METRO – Dalam upaya merawat ingatan kolektif dan mendokumentasikan perjalanan panjang institusi pendidikan Islam, Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) PDM Kota Metro bekerja sama dengan Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen & PNF) PDM Kota Metro menggelar Pelatihan Penulisan Sejarah, Sabtu (18/4/2026). Kegiatan yang dipusatkan di Aula SMK Muhammadiyah 1 Metro (SMKMutu) ini menjadi langkah awal dari proyek besar penyusunan Buku Sejarah Perjalanan Sekolah dan Madrasah Muhammadiyah se-Kota Metro.

Ketua MPI PDM Kota Metro, Imam Sapi’i, M.Pd , dalam sambutan awalnya menekankan bahwa sejarah adalah aset berharga bagi persyarikatan. Kemudian pada Bapak-Ibu undangan serta sekalian penulisan sejarah Sekolah, Madrasah, Muhammadiyah se Kota metro. Kami laporkan peserta hari ini dari 24 sekolah, 19 dari metro, yang 6 itu dari luar metro.

“Atas rekomendasi beberapa orang termasuk saya sendiri saya menghadirkan dua sekolah dari daerah sendiri Margatiga karena semangatnya kita akan menuliskan sejarah. Bapak dan Ibu sekalian dilaporkan selanjutnya bahwa kami ini majelis pustaka dan informasi jadi kalau pun mungkin ada yang asing karena mungkin di daerah-daerah juga belum begitu kelihatannya tapi perlu diketahui bahwa majelis pustaka itu lahir bersama awal pendidikan Muhammadiyah ada 4 majelis yang lahir pertama itu yaitu majelis tabligh kemudian MPKU kemudian satu lagi majelis pendidikan dan pengajaran kemudian majelis pustaka tetapi mungkin majelis pustaka ini dan informasi ini namanya kurang familiar karena mungkin beberapa hal, diantaranya satu barangkali mungkin Muhammadiyah belum menganggap bahwa itu penting.Yang kedua mungkin juga, ini analisis beberapa tokoh bahwa Muhammadiyah belum, perhatian persyarikatan itu belum merasa penting. Tapi di Metro, seolah kita dilihatkan, kita beratkan Majelis Pustaka dan Informasi ini dalam hal literasi, penulisan sejarah, kemudian penulisan berita, pemberitaan, informasi-informasi Muhammadiyah.” Terangnya.

“Nah, dalam hal penulisan sejarah ini, Bapak dan Ibu sekalian, setelah kami sukses dalam menuliskan sejarah Muhammadiyah Metro tahun 2023 yang lalu, kemudian kemarin di 3 bulan itu Pak Iktakebut itu menulis buku sejarah rumah sakit,” Imbuh Imam.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Majelis Dikdasmen & PNF PDM Kota Metro, Drs. H. Mohammad Jaeni, M.Pfis. , menyampaikan apresiasinya atas sinergi antar-majelis ini. Ia berharap setiap sekolah mampu menghasilkan naskah yang autentik dan inspiratif untuk mengisi buku sejarah yang direncanakan.

“Bapak-Ibu dan disaat ini, pertama ngobrol-ngobrol kemudian ada 2 kali pertemuan langsung jadi kegiatan penulisan sejarah, kita mengalami hal-hal ini penting karena ketika kita itu lupa sejarah itu seperti kacang lupa kulitnya perjalanan sekolah kita itu mungkin ada yang baru,

Oleh karena itu catatan sejarah yang penting, karena di dalam Al-Quran itu ada risalah-risalah, pesan-pesan dari apa yang terjadi, dari yang masalah lalu supaya diambil pelajaran. Oleh karena kesempatan ini, Kami dari Majelis Dikdasmen Kota Metro men-support sekali kegiatan ini, karena ini adalah nilai kita. Jangan sampai Muhammadiyah itu pertama kehilangan nilai-nilai jadi nilai, kalau saya membaca daripada rapor pendidikan, itu salah satu yang poin pertama adalah literis.Makanya kalau dilihat sendiri itu ada cari sukses, membacalah.” Kata Jaeni.

Pesan pengarahan dari Ketua PDM Kota Metro, H. Kustono, S.Ag Dalam arahannya, Satu Kebanggaan Pimpinan Daerah Muhammadiyah khususnya MPI ini luar biasa, sebetulnya ini periode 3 tahun berjalan di PDM Kota Metro ini telah menghasilkan satu karya-karya yang tentu ini identik dengan ketua, ketua majelis.

Hadirin sekalian beberapa hari yang lalu saya juga sempat ditanya oleh beberapa Anak muda, pentingnya untuk memberikan amanah kepada orang yang memang sudah kerjaannya sibuk jadi anak muda itu ngomong, beliau ini sibuk lho Pak, Saya kemudian penasaran, gak lama itu buka kamus besar Bahasa Indonesia Ternyata memang orang pintar itu orang yang justru sibuk, kemudian pandai, pintar, memanajemen waktu. Kenapa dia sibuk? Ya karena dia pandai.Yang nggak sibuk itu ya gor mogar mager Jadi kalau mengamanai siapapun dia, sudah punya banyak jabatan, dia sibuk kok dia siap sanggup yakinlah bahwa akan jalan.

“MPI ini luar biasa, bahkan dicatat di PP Muhammadiyah sudah di katakanlah kalau Majelis ada di metro, di lampung metro ini sudah dilingkeri metro.Sama dengan tadi disampaikan sama Pak Ketua Dikdasmen, metro ini kan dilingkeri wakafnya karena satu-satunya memang di lampung itu yang bersertifikasi wakafnya yang terjelas, kemudian update, upgrade itu Metro , sehingga wajar kalau kemudian Pak Menteri datang ke Lampung itu yang undangnya orang Metro.” Ujar Kustono.

Pelatihan ini diikuti dengan antusias oleh para delegasi sekolah. Output dari kegiatan ini ditargetkan bukan hanya sekadar peningkatan kapasitas menulis peserta, melainkan rampungnya draf penulisan sejarah yang akan dibukukan secara komprehensif sebagai referensi sejarah pendidikan Muhammadiyah di Bumi Sai Wawai. (Shodiq)

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini