METRO-Kepala SD/MI Muhammadiyah dan Aisyiyah se-Provinsi Lampung berkumpul dalam acara Sarasehan Pendidikan yang mengusung tema besar “Membangun Sekolah Unggul”. Kegiatan ini dilaksanakan di SD Aisyiyah Metro Selatan pada Jumat, 10 April 2026.
Hadir sebagai pemantik diskusi dua fasilitator nasional Pendidikan Muhammadiyah, M. Khoironi, M.Pd., Kepala SMP Muhammadiyah Kota Gajah dan Ali Musyafa, S.Ag., M.M., Kepala SMPMu Ahmad Dahlan Metro.
Dalam paparannya, Ali Musyafa menekankan bahwa keberhasilan sebuah sekolah sangat bergantung pada kualitas kepemimpinan kepala sekolahnya. Ia mengingatkan agar para kepala sekolah tidak boleh miskin ide dan gagasan.
“Ruh sekolah itu ada pada kepala sekolahnya. Jangan pernah berhenti berpikir dan melahirkan gagasan. Perjuangan itu dimulai dari ide yang diwujudkan, sekecil apa pun itu,” tegas Ali.
Ia juga mendorong para kepala sekolah untuk tidak ragu melakukan benchmark atau meniru keberhasilan sekolah lain. “Jika sulit melahirkan ide murni, jadilah peniru yang baik. Lihat apa yang dilakukan dunia luar melalui YouTube atau kunjungan langsung, lalu modifikasi untuk diterapkan di sekolah masing-masing,” tambahnya.

Lebih lanjut, Ali menjelaskan bahwa hakekat mendirikan sekolah Muhammadiyah adalah sebagai sarana dakwah. Untuk memperluas jangkauan dakwah tersebut, sekolah harus dikelola secara profesional agar menjadi besar dan membanggakan.
“Kalau fasilitas kita lengkap dan prestasi kita unggul, maka kontribusi dakwah kita kepada masyarakat akan lebih maksimal. Kita harus meninggalkan jejak kebaikan melalui pertumbuhan sekolah, dari yang awalnya hanya beberapa lokal menjadi belasan lokal,” ujarnya.
Ia merumuskan formula sekolah unggul melalui empat pilar utama:
- Kualitas SDM: Meningkatkan kompetensi guru dan tenaga kependidikan.
- Kualitas Pelayanan: Memberikan pelayanan prima kepada siswa dan orang tua.
- Kualitas Proses: Memastikan kegiatan belajar mengajar berjalan efektif.
- Kepercayaan (Trust): Menjaga amanah masyarakat sebagai modal utama keberlanjutan sekolah.
Sesi tanya jawab berlangsung dinamis saat Zaenal Abidin dan Roy Kasmarin menanyakan strategi membangun jiwa wirausaha (entrepreneurship) serta cara membangun kepercayaan publik agar dukungan finansial sekolah meningkat.
Menanggapi hal tersebut, M. Khoironi menekankan pentingnya kemampuan komunikasi. “Kepala sekolah harus mampu meyakinkan masyarakat. Pandailah mengenalkan sekolah dan pastikan setiap aset sekolah terus naik nilainya,” kata Khoironi.
Senada dengan hal itu, Ali Musyafa menambahkan bahwa mental wirausaha bukan berarti mencari keuntungan pribadi, melainkan kemampuan menangkap peluang di tengah kesulitan. Ia mencontohkan bagaimana memanfaatkan potensi wakaf produktif, seperti pengelolaan lahan pertanian di daerah yang sulit secara finansial tunai.
“Pengusaha itu soal cara mengelola. Di daerah tertentu mungkin orang sulit menyumbang uang, tapi mereka punya tanah. Manfaatkan itu untuk investasi jangka panjang sekolah. Kepala sekolah harus menjadi marketing sekaligus penggerak ekonomi bagi institusinya,” tutup Ali.
Kegiatan sarasehan ini merupakan rangkaian dari acara Siger Award, dengan memberikan penghargaan kepada sekolah, dan guru-guru yang berprestasi yang akan digelar pada 11 April 2026 di Aula SMPMu Ahmad Dahlan Metro. (ims)

