Kamis, Juni 25, 2026
BerandaAUMResmi di Lantik, Empat Kepala Sekolah dan Wadir PontrenMu At-Tanwir Metro

Resmi di Lantik, Empat Kepala Sekolah dan Wadir PontrenMu At-Tanwir Metro

METRO-Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Lampung melantik empat kepala sekolah/madrasah dan satu Wakil Direktur Pondok Pesantren Muhammadiyah (PontrenMu) At-Tanwir Metro. Pelantikan berlangsung di Aula PontrenMu At-Tanwir Metro, Sabtu (21/2/2026).

Dihimpun dari Jurnalis Pelajar PontrenMu At Tanwir Metro, bahwa, kegiatan ini di hadiri oleh jajaran Pleno PWM Lampung, yakni Prof. Sudarman, Prof. Yurnalis Etek, Dr. Ma’ruf Abidin, Jazim Ahmad dan Dr. Sujino.

Turut hadir Ketua dan jajaran Majelis Dikdasmen dan PNF PWM Lampung, di antaranya Prof. Muhammad Fuad, Sigit Atmojo (Sekretaris Majelis Dikdasmen dan PNF PWM Lampung), Ma’arif Setap, dan Suminto. Kegiatan ini juga dihadiri unsur Majelis Dikdasmen Daerah seperti, Kota Metro, Lampung Tengah, dan Lampung Timur.

Dalam arahannya, Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PWM Lampung, Prof. Muhammad Fuad, menegaskan bahwa tantangan pendidikan saat ini semakin besar dan dinamis.

“Memimpin amal usaha harus siap berinovasi. Kalau tidak berinovasi, siap untuk ditinggalkan,” tegasnya.

Prof Sudarman selaku, Ketua PWM Lampung dalam sambutannya, menyampaikan kebanggaan karena pelantikan dilaksanakan di PontrenMu At-Tanwir Metro sebagai salah satu pusat kaderisasi Muhammadiyah. Ia mengingatkan bahwa jabatan dalam Muhammadiyah adalah amanah, bukan untuk dimiliki secara pribadi.

“Pimpinan amal usaha Muhammadiyah harus berjiwa inovatif. Jabatan adalah amanah yang diberikan kepada orang-orang yang memiliki kualifikasi akademik dan kemuhammadiyahan, serta dinilai mampu mengembangkan dan memajukan amal usaha,” ujarnya.

Ia juga berpesan agar pejabat yang dilantik tidak merasa memiliki jabatan secara berlebihan.

“Yang berhasil mengembangkan amal usaha tidak boleh terlalu merasa memiliki jabatan. Jadikan jabatan sebagai amanah agar kita tidak dikuasai oleh jabatan,” pesannya.

Adapun pimpinan amal usaha yang dilantik antara lain: Muhamad Fauzi, Lc. sebagai Kepala SMA Muhammadiyah At-Tanwir Metro. Hendra Agus Wijaya, S.E. sebagai Kepala SMK Muhammadiyah Sekampung. Andriyani, M.Pd. sebagai Kepala SMK Muhammadiyah 1 Bandar Mataram. Lihayatul Hasanah, S.Pd.I. sebagai Kepala MAM Sinar Negeri. Faiz Nur Afwan, S.Pd. sebagai Wakil Direktur Kependidikan PontrenMu At-Tanwir Metro.

Sekretaris PWM Lampung, Ma’ruf Abidin, M.Si., menyampaikan kepada Jurnalis MPI PDM Kota Metro, agar para pejabat yang dilantik bekerja sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing dengan landasan sifat profetik: siddiq, amanah, tabligh, dan fathanah, serta tetap profesional di bidangnya.

“Bekerjalah sesuai tupoksi masing-masing dengan landasan sifat kenabian dan profesional di bidangnya,” ujarnya.

Ia berharap kepemimpinan baru ini semakin menguatkan misi Muhammadiyah sebagai gerakan Islam dan dakwah amar ma’ruf nahi munkar.

“Semoga yang dilantik dapat menjadikan Muhammadiyah sebagai rahmatan lil ‘alamin,” tambahnya.

Menurutnya, pelantikan ini merupakan bagian dari konsolidasi dan penguatan amal usaha pendidikan Muhammadiyah di Lampung, khususnya di Metro dan sekitarnya.

Dengan kepemimpinan baru, diharapkan PontrenMu At-Tanwir dan sekolah-sekolah Muhammadiyah semakin maju dalam mencetak generasi yang berilmu, berakhlak, dan berdaya saing.

Hal senada disampaikan Direktur PontrenMu At-Tanwir Metro, Dr. Sujino. Ia menegaskan bahwa jabatan kepala sekolah dan pimpinan pesantren bukan sekadar posisi administratif, melainkan amanah dakwah dan tanggung jawab ideologis.

“Sekolah dan pesantren Muhammadiyah adalah pilar kaderisasi. Kepemimpinan di dalamnya harus menghadirkan mutu, integritas, dan komitmen terhadap nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan,” tegasnya.

Dr. Sujino menambahkan, para pejabat yang dilantik diharapkan dapat menunaikan amanah dengan penuh keikhlasan dan profesionalitas. Majelis juga mendorong penguatan tata kelola berbasis mutu, peningkatan kompetensi guru, serta inovasi pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan zaman. (Guswir)

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini