Rabu, April 15, 2026
BerandaBeritaAJM Resmi Ditutup: Dorong Jurnalisme Positif, Produktif, dan Berbasis Kolaborasi

AJM Resmi Ditutup: Dorong Jurnalisme Positif, Produktif, dan Berbasis Kolaborasi

METRO-Akademi Jurnalistik Muhammadiyah (AJM) secara resmi ditutup, usai melaksanakan rangkaian kegiatan dari Festifal Pers dan Literasi Muhammadiyah selama 2 hari di Universitas Muhammadiyah Metro. Ahad, 14 Desember 2025.

Dalam arahan penutupan, Roni Tobroni selaku Wakil Ketua MPI PP Muhammadiyah menyampaikan pesan penting mengenai tindak lanjut kegiatan. Beliau menekankan bahwa ilmu jurnalistik yang telah didapatkan harus diimplementasikan dengan berpegangan pada nilai-nilai positif dan inspiratif.

“Mudah-mudahan itulah salah satu kalau tidak kuat kita berbasis pada nilai-nilai positif inspirasi. Kita mempublikasikan apa yang baik di Muhammadiyah. Jika ada hal yang kurang baik, tidak usah diekspos lah,” ujar Roni.

Roni mendorong para peserta untuk tidak berhenti setelah pelatihan singkat ini. Ia menekankan agar peserta berkolaborasi dengan berbagai media, baik yang dikelola sendiri maupun media luar, untuk memproduksi dan mempublikasikan konten-konten positif.

“Tadi yang paling diharapkan adalah jangan berhenti di sini. Kolaborasi dengan media-media sini atau media lain, silakan untuk membuat konten di tempat ini dan kita bekerja sama untuk mempublikasikan semua hal yang baik di tempat kita masing-masing,” tambahnya.

Beliau juga memberikan dua arahan utama sebagai tindak lanjut: Aktif Mendokumentasikan dan Memproduksi Video di tempat masing-masing. Melakukan Publikasi baik melalui media internal maupun melalui kerjasama dengan pihak lain.

Senada dengan arahan tersebut, M. Amir Nashiruddin, S.HI., Sekretaris Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan panitia. Ia menekankan peran strategis para alumni AJM dalam mengawal narasi Muhammadiyah.

“Teman-teman ini posisinya di tengah, bagaimana membangun narasi terkait sejarah masa lalu, dibangun di narasi melalui berbagai media yang bisa digunakan menjadi narasi positif dan produktif dan juga untuk mengabarkan kabar gembira atau masa depan,” jelas Amir.

Amir juga mengaitkan kegiatan jurnalistik ini dengan dua fokus program MPI, yakni masa lalu (sejarah dan benda antik) dan masa depan (pengembangan teknologi informasi/TI dan platform). Posisi para jurnalis, menurutnya, berada di tengah, mengolah narasi dari kedua sisi tersebut.

Amir juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada panitia dari UM Metro dan dukungan MPI PDM Metro, dan MPI PWM Lampung atas kerja keras mereka. (ims)

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini