BANJARMASIN-Ranting Muhammadiyah (PRM) Bungur, Lampung Timur, berhasil meraih Juara 1 Ranting Unggulan Muhammadiyah se-Indonesia pada Cabang Ranting dan Masjid Award (CRM) 2025. Ranting Bungur terpilih dari 15 ranting terbaik yang masuk nominasi nasional pada ajang yang diselenggarakan LPCR PP Muhammadiyah di Banjarmasin, 13–16 November 2025.
Ketua LPCR PWM Lampung, Syamsudin, menjelaskan bahwa kemenangan Ranting Bungur merupakan bukti nyata kekuatan tradisi keorganisasian dan budaya persyarikatan yang sudah mengakar kuat di masyarakat.
“Ranting Bungur ini luar biasa. Meskipun berada di pelosok, ranting ini menjadi unik dan unggul karena hampir 80% masyarakat Desa Bungur adalah jamaah Muhammadiyah,” ungkapnya.
Kondisi ini membuat berbagai kegiatan Muhammadiyah di ranting tersebut berjalan sangat hidup. Masjid-masjid selalu ramai, sekolah-sekolah Muhammadiyah tumbuh pesat, dan ranting memiliki peran sosial yang sangat kuat.

Lebih jauh Syamsudin menjelaskan, bahwa Ranting Bungur dikenal sebagai ranting yang sangat aktif dan memiliki struktur amal usaha serta kegiatan yang lengkap, antara lain:
- Kegiatan ekonomi jamaah
- Pengajian serta pembinaan keislaman yang rutin dan terarah
- Program sosial yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat
- Amal usaha pendidikan: TK, SD, hingga SMP Muhammadiyah
Dengan kekuatan tersebut, tidak mengherankan Ranting Bungur bukan hanya menjadi finalis, tetapi berhasil meraih Juara 1 kategori Ranting Unggulan pada CRM Award 2025.
LPCR PWM Lampung berkomitmen untuk terus memperkuat pembinaan ranting, cabang, dan masjid di seluruh wilayah.
“Kami ingin menghadirkan ‘Ranting Bungur’ lainnya di setiap daerah, di setiap cabang Muhammadiyah di Lampung,” jelas Syamsudin.
Ia menegaskan bahwa masjid, ranting, dan cabang adalah ujung tombak dakwah Muhammadiyah. Karena itu, pembinaan berkelanjutan harus terus dilakukan agar menjadi kekuatan nyata gerakan persyarikatan.
“Kami akan melanjutkan pendampingan yang terkoneksi antara pimpinan wilayah, pimpinan daerah, dan LPCR daerah. Ini pekerjaan besar, tidak banyak diminati, dan berbeda dengan pengelolaan amal usaha. Namun bagi kami, inilah fondasi dakwah Muhammadiyah yang paling mendasar,” pungkasnya. (ims)

