Jumat, April 24, 2026
BerandaAUMKetua PDM Kota Metro, Tekankan Pentingnya Pengkaderan dalam Penutupan Baitul Arqom

Ketua PDM Kota Metro, Tekankan Pentingnya Pengkaderan dalam Penutupan Baitul Arqom

TANGGAMUS-Kegiatan Baitul Arqom Pimpinan yang melibatkan unsur pembantu pimpinan (majelis dan lembaga), amal usaha, serta ortom Muhammadiyah se-Kota Metro resmi ditutup pada Ahad siang, 14 September 2025.

Hadir dalam acara penutupan Ketua dan jajaran pleno PDM Kota Metro, Kepala SD Muhammadiyah Gisting, Tim Instruktur MPKSDI, serta seluruh peserta yang berjumlah 90 orang.

Dalam sambutannya, Ketua PDM Kota Metro, H. Kustono, S.Ag., menyampaikan apresiasi kepada instruktur dan seluruh peserta yang telah mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada PDM Tanggamus dan SD Muhammadiyah Gisting selaku tuan rumah yang telah menyediakan tempat dan sarana kegiatan.

“Terima kasih atas pengorbanan bapak/ibu semua yang telah mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir,” ucapnya.

Lebih lanjut, Kustono menegaskan pentingnya pengkaderan di Muhammadiyah untuk menjaga keberlangsungan persyarikatan. Menurutnya, eksistensi Muhammadiyah lebih dari satu abad merupakan buah dari keikhlasan para kader yang berjuang mengembangkan persyarikatan maupun amal usaha.

Ia juga memberikan apresiasi khusus kepada ortom dan unsur pembantu pimpinan (UPP). Menurutnya, UPP merupakan orang-orang pilihan yang ditetapkan oleh pleno PDM untuk melaksanakan hasil musyda.

“Saat kami menentukan ketua dan sekretaris UPP tentu melalui pertimbangan yang matang, dengan harapan mereka mampu mengemban amanah yang diberikan,” jelasnya.

Kustono turut menyoroti peran ortom Muhammadiyah. Baginya, kader ortom luar biasa karena mampu aktif dalam kegiatan organisasi meski harus menghadapi keterbatasan dan kesibukan kuliah.

Terkait kaderisasi, ia menegaskan bahwa kader Muhammadiyah tidak hanya lahir dari organisasi otonom seperti IPM, IMM, HW, Pemuda, dan NA, tetapi juga bisa lahir dari amal usaha Muhammadiyah.

“Pimpinan amal usaha Muhammadiyah bertanggung jawab melakukan pengkaderan dengan cara mengikutsertakan guru maupun karyawan dalam kegiatan Muhammadiyah seperti Baitul Arqom, pengajian rutin, dan kegiatan lainnya,” tegasnya.

Kustono berharap, selepas kegiatan Baitul Arqom ini, pimpinan UPP, AUM, dan ortom dapat memaksimalkan peran dan tanggung jawabnya. Sebagai tindak lanjut, pimpinan amal usaha diminta melakukan pendataan guru dan karyawan yang belum pernah mengikuti Baitul Arqom untuk kemudian disertakan dalam BAM.

Sementara itu, UPP dan ortom akan menyelenggarakan kegiatan bersama sesuai kelompok yang telah disepakati dalam forum. (ims)

 

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini