METRO – Lembaga Amil Zakat Infaq dan shadaqah Muhammadiyah (LazisMu), menghadirkan sebanyak 61 peserta, untuk mengikuti kegiatan Pelatihan Guru TPQ Se-Kota Metro yang mengusung tema “Menguatkan Peran Guru TPQ dalam Membangun Generasi Qur’ani” bagian dari gerakan dakwah pencerahan Muhammadiyah dalam bidang pendidikan Al-Qur’an. yang berlangsung di Aula Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Metro pada Selasa, 17/3/2026.
Ketua LazisMu Kota Metro, H. Bekti, menyampaikan kepada Jurnalis MPI PDM Kota Metro, bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kontribusi LazisMu dalam mendukung penguatan pendidikan keagamaan di masyarakat.
“Pelatihan ini adalah bagian dari komitmen kami dalam menghadirkan program yang berdampak. Kami berharap para guru TPQ semakin meningkat kapasitasnya sehingga mampu mencetak generasi Qur’ani yang berakhlak mulia dan berkemajuan,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa saat ini para guru TPQ dihadapkan pada berbagai tantangan yang tidak ringan, mulai dari keterbatasan kompetensi tenaga pengajar, minimnya dukungan finansial dari orang tua maupun takmir masjid, hingga pemahaman terhadap kurikulum dan strategi pembelajaran yang masih perlu ditingkatkan.
“Realitas di lapangan menunjukkan bahwa guru TPQ masih membutuhkan perhatian serius. Oleh karena itu, perlu adanya sinergi dan dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah, lembaga zakat, pengurus masjid, maupun masyarakat luas, agar keberlangsungan pendidikan Al-Qur’an dapat berjalan optimal,” tambahnya.
H. Bekti berharap, melalui pelatihan ini, para guru TPQ di Kota Metro semakin profesional, berintegritas, serta mampu menjadi garda terdepan dalam gerakan dakwah Muhammadiyah untuk mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.
“Kedepan, kami ingin pelatihan seperti ini terus berkelanjutan dan lebih terstruktur, sehingga peningkatan kualitas guru TPQ tidak hanya bersifat sesaat, tetapi menjadi gerakan bersama yang konsisten dan berkesinambungan,” tutupnya.
Kegiatan ini dibuka oleh H. Sutimin selaku Pleno PDM Kota Metro yang membidangi LazisMu, mewakili Ketua PDM Kota Metro H. Kustono. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa penguatan peran guru TPQ merupakan bagian penting dari ikhtiar Muhammadiyah dalam menyiapkan generasi Islam yang berkemajuan.
“Guru TPQ adalah pelaku dakwah di akar rumput yang memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi Qur’ani. Kami berharap melalui pelatihan ini lahir guru-guru yang tidak hanya mampu mengajar, tetapi juga menjadi teladan dalam akhlak dan pengamalan nilai-nilai Islam,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada LazisMu Kota Metro yang terus berkomitmen dalam mentasharufkan dana umat untuk program-program pendidikan dan pemberdayaan yang berkelanjutan.
Pelatihan ini menghadirkan narasumber Ust. Khoironi, S.Pd., M.Pd., yang menyampaikan materi tentang strategi pembelajaran Al-Qur’an yang efektif, menyenangkan, dan berorientasi pada pembentukan karakter santri.
Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa peran guru TPQ tidak hanya sebatas mengajarkan bacaan Al-Qur’an, tetapi juga menanamkan kecintaan, nilai, dan akhlak Qur’ani dalam kehidupan sehari-hari.
“Menjadi guru TPQ bukan sekadar profesi, tetapi amanah dakwah yang mulia. Guru harus mampu menjadi teladan, menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan, serta menumbuhkan kecintaan santri kepada Al-Qur’an sejak dini,” ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas lembaga TPA/TPQ di tengah berbagai tantangan yang ada, seperti lemahnya kurikulum, keterbatasan waktu belajar, hingga rendahnya dukungan operasional.
“TPQ di Kota Metro harus terus berbenah dan meningkatkan kualitasnya. Dengan pengelolaan yang baik, TPQ tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga mampu menggembirakan dan menghidupkan masjid melalui aktivitas Al-Qur’an dan pembinaan generasi muda,” tambahnya.
Selain itu, ia mendorong adanya penguatan kapasitas guru melalui pelatihan berkelanjutan, pembekalan metode Iqra’ yang benar, serta forum musyawarah antar guru TPA sebagai sarana berbagi pengalaman dan peningkatan kualitas bersama.
“Guru TPQ perlu dibekali keterampilan yang memadai, baik dalam metode mengajar, manajemen kelas, maupun pendekatan kepada santri. Dengan demikian, proses pembelajaran akan lebih efektif dan berdampak,” jelasnya.
Ia berharap, melalui kegiatan ini, semangat dakwah pencerahan melalui pendidikan Al-Qur’an semakin menguat dan mampu memberikan dampak luas bagi kemajuan generasi umat di Kota Metro. (Guswir)

