METRO – Sedikitnya 50 perwakilan marbot dari masjid dan mushola se-Kota Metro mengikuti kegiatan Pelatihan Marbot yang diselenggarakan oleh LazisMu Kota Metro. Kegiatan ini bertujuan menambah wawasan tentang tata kelola masjid dan mushola secara modern serta memberikan motivasi dalam menjalankan tugas mulia sebagai pelayan rumah ibadah.
Pelatihan tersebut dirangkai dengan pemberian apresiasi berupa Kado Ramadan dari LazisMu Kota Metro kepada para marbot. Kegiatan berlangsung di Aula Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Metro, yang dipandu oleh moderator Zeni Mahmud. pada Senin,16/3/2026.
Selain sesi pelatihan, LazisMu juga menyerahkan Kado Ramadan kepada seluruh peserta sebagai bentuk kepedulian kepada para marbot yang selama ini mengabdikan diri merawat, menjaga kebersihan, serta memakmurkan masjid dan mushola.
Hal ini disampaikan oleh H. Bekti Satriadi, selaku Ketua LazisMu Daerah Kota Metro, kepada jurnalis MPI PDM Kota Metro. Ia menegaskan bahwa marbot memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan aktivitas ibadah di masjid dan mushola.
“Para marbot adalah garda terdepan dalam memakmurkan masjid. Mereka bekerja dengan penuh ketulusan, seringkali tanpa banyak diketahui. Melalui program ini, kami ingin memberikan penghargaan sekaligus dukungan agar mereka semakin semangat dalam menjalankan amanah,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa program ini merupakan bentuk perhatian LazisMu kepada mereka yang selama ini bekerja dengan penuh keikhlasan di balik layar dalam memakmurkan rumah Allah.
Sementara itu, H. Bambang, selaku Pleno PDM Kota Metro yang mewakili Ketua PDM Kota Metro H. Kustono, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Muhammadiyah dalam memperkuat ekosistem kemasjidan.
“Kami berharap pelatihan ini tidak hanya memberikan manfaat secara materi melalui Kado Ramadhan, tetapi juga menambah wawasan, semangat pengabdian, serta keberkahan bagi para marbot dalam merawat dan memakmurkan masjid,” ungkapnya.
Menurutnya, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan umat yang membutuhkan peran marbot yang berdedikasi.
Dalam sesi materi, Samsuddin, S.Ag., M.M., selaku Ketua LPCRPM PWM Lampung, menekankan bahwa marbot memiliki peran strategis dalam kehidupan kemasjidan. Ia menyampaikan bahwa kata marbot berasal dari bahasa Arab marbūṭ yang berarti terikat pada suatu tempat, yakni masjid sebagai pusat ibadah dan pembinaan umat.
“Marbot harus kreatif dan inovatif dalam menyuguhkan program-program serta layanan kemasjidan kepada jamaah,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa secara strategis, marbot memiliki beberapa tugas penting, di antaranya mengelola administrasi masjid, melayani jamaah, mengatur kegiatan masjid, menjaga keamanan, mengoordinasikan kegiatan sosial, serta berperan dalam meningkatkan keimanan jamaah.
Samsuddin juga mengingatkan bahwa memakmurkan masjid merupakan kemuliaan yang tidak semua orang mendapatkan kesempatan untuk melakukannya.
Hal tersebut sebagaimana disebutkan dalam QS. At-Taubah ayat 18, bahwa yang memakmurkan masjid Allah adalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir serta menegakkan shalat dan menunaikan zakat.
“Orang yang dipantaskan memakmurkan masjid itu tidak semua orang. Hanya mereka yang mendapatkan petunjuk dari Allah SWT,” jelasnya.
Selain itu, peserta juga mendapatkan materi praktik dari Dionisius Permadi, W.Par., seorang praktisi perhotelan, yang memberikan pelatihan langsung tentang standar kebersihan dan cara merawat fasilitas masjid dengan baik.

Dalam sesi tersebut, Dionisius menjelaskan berbagai teknik praktis mulai dari cara membersihkan lantai, karpet, kamar mandi, hingga menjaga kerapihan dan kenyamanan lingkungan masjid agar jamaah merasa lebih nyaman dalam beribadah.
Ia menekankan bahwa prinsip pelayanan di masjid tidak jauh berbeda dengan standar pelayanan di dunia perhotelan, yaitu menghadirkan kebersihan, kenyamanan, dan keramahan bagi para pengunjung atau jamaah.
Ia berharap, melalui kegiatan ini, terus terjalin sinergi antara LazisMu, dan pengelola masjid di Kota Metro, semakin kuat dalam mewujudkan masjid yang makmur, bersih, serta menjadi pusat pemberdayaan umat. (Guswir)

