Minggu, Januari 4, 2026
BerandaAUMTim Penulisan Sejarah Presentasikan Draf Buku Jejak RSU Muhammadiyah Metro

Tim Penulisan Sejarah Presentasikan Draf Buku Jejak RSU Muhammadiyah Metro

METRO-Rumah Sakit Muhammadiyah Metro menggelar pemaparan draf buku jejak perjalanan rumah sakit. Acara di gelar di Aula AR. Fachrudin setempat, Jumat, 26 Desember 2025.

Hadir dalam acara tersebut, ketua dan anggota Majelis Pembinaan Kesehatan Umum (MPKU), Badan Pengurus Harian (BPH) rumah sakit, jajaran direksi rumah sakit, para tokoh-tokoh Muhammadiyah, dan anggota Tim Penulisan Sejarah dari Majelis Pustaka dan Informasi PDM Kota Metro.

Ketua Tim Penyusun, Imam Sapi’i, M.Pd, dalam presentasinya menyampaikan bahwa sejak awal Oktober 2025 Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) PDM Metro mendapat amanah sebagai tim penyusun sejarah RSUM Muhammadiyah Metro.

“Proses penyusunan buku sejarah ini telah berlangsung kurang lebih selama tiga bulan. Buku tersebut diupayakan dapat terbit dan diluncurkan pada momentum Resepsi Milad Rumah Sakit Umum Muhammadiyah Metro yang direncanakan pada 24 Januari 2026.” Terangnya.

Imam Sapi’i menjelaskan bahwa penyusunan buku sejarah ini melibatkan tim ahli sejarah dari Universitas Muhammadiyah Metro. Untuk memudahkan proses penulisan dan pendalaman materi, tim membagi penulisan buku ke dalam beberapa bagian.

“Seluruh naskah yang telah disusun nantinya akan dikirimkan kepada editor untuk disempurnakan hingga siap diterbitkan.” pungkasnya.

Sementara itu, H. Kasimun, selaku Badan Pembina Harian (BPH) RSUM Muhammadiyah Metro, memberikan tanggapan serta apresiasi atas kinerja tim penyusun yang telah merancang buku sejarah RSUM Muhammadiyah Metro. Ia menilai buku sejarah ini sangat penting sebagai dokumentasi perjalanan rumah sakit. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya pemilihan judul buku yang tepat, karena judul akan menjadi daya tarik utama bagi pembaca.

“Draf yang telah dibagikan dapat dipelajari dan dipahami bersama, serta dapat dilanjutkan dengan pertemuan lanjutan guna memberikan masukan dan penyempurnaan sebelum buku tersebut diterbitkan secara resmi.” Harapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Aditya menyampaikan paparan mengenai akar sejarah berdirinya RSUM Muhammadiyah Metro. Ia menegaskan bahwa lahirnya RSUM Metro tidak terlepas dari teologi Al-Ma’un yang menjadi landasan gerakan sosial Muhammadiyah. Keinginan Muhammadiyah untuk menghadirkan pelayanan kesehatan sejatinya telah ada sejak lama, dimulai dari Balai Pengobatan Muhammadiyah, Rumah Bersalin (RB), hingga klinik-klinik kesehatan.

“Memasuki dekade 1990-an, Pimpinan Muhammadiyah Daerah (PMD) Lampung Tengah mulai menggagas pendirian rumah sakit dalam forum musyawarah daerah. Gagasan tersebut kemudian berlanjut hingga era 2000-an, seiring dengan pemekaran wilayah dan terbentuknya Kota Metro.” Paparnya.

Sebagai tindak lanjut dari gagasan tersebut, PDM Kota Metro kemudian membentuk panitia pembangunan Rumah Sakit Umum Muhammadiyah Metro. Pendirian rumah sakit ini dilandasi oleh kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat saat itu, semangat dakwah bil hal, implementasi nilai-nilai Al-Ma’un, serta komitmen terhadap peran sosial Muhammadiyah.

“Dalam perjalanannya, pendirian RSUM Muhammadiyah Metro juga menghadapi berbagai tantangan, mulai dari aspek kelembagaan, perubahan struktur organisasi, keterbatasan sarana dan sumber daya manusia, hingga upaya membangun kepercayaan publik pada masa awal berdirinya.” Terang Adit.

Diskusi semakin menarik setelah M. Daud Sidiq selaku tokoh Muhammadiyah menceritakan dan meluruskan cita-cita pendirian rumah sakit Muhammadiyah sejak awal berdirinya Muhammadiyah Cabang Metro, tahun 1954. Menurutnya, rumah sakit tidak dapat berdiri, harus dimulai dari pendirian klinik.

Gayung bersambut diskusi semakin menarik setelah Bekti Satriadi, selaku anggota MKKS pada saat pendirian RSUM Metro juga menyampaikan klarifikasi, yang disambut oleh Budi Pranoto, selaku ketua MPKU saat ini, dan direktur RSUM Metro Abdurrahim Hamdi. (Irfan)

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini