Metro – Safari Ramadan 1447 H yang digelar Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Metro di Masjid Adz-Dzikir Hadimulyo, yang berlangsung penuh semangat konsolidasi dan penguatan gerakan dakwah berkemajuan, dihadiri Pleno PDM Kota Metro Pleno Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Hadimulyo, serta tamu undangan dan para jamaah masjid setempat pada Ahad, 22/2/2026.
Ketua PCM Hadimulyo, Dr.Samson Fajar, menyampaikan ucapan selamat datang sekaligus memohon bimbingan dari PDM Kota Metro.
“Kami berharap cabang dan masjid-masjid Muhammadiyah di Hadimulyo semakin makmur dan terbina. Kepemimpinan sangat penting bagi kami sebagai arah gerakan,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh jamaah menyimak arahan dengan sungguh-sungguh. “Nasihat itu ibarat jamu, mungkin terasa pahit, tetapi demi kesehatan dan kebaikan bersama,” tambahnya.
Dalam arahannya, Dr. Mukhtar Hadi selaku wakil ketua PDM Kota Metro mewakili Ketua PDM Kota Metro H.Kustono, menyampaikan tiga agenda strategis yang menjadi fokus penguatan organisasi.
Ia menegaskan bahwa cabang dan ranting merupakan basis utama gerakan dakwah Muhammadiyah.
“Cabang dan ranting diharapkan benar-benar menjadi pusat aktivitas dakwah, pemberdayaan, dan pembinaan umat,” harapnya.
Menurutnya, kemajuan Persyarikatan sangat ditentukan oleh kuatnya struktur di tingkat bawah sebagai ujung tombak gerakan.
Penataan Aset Milik Muhammadiyah
Arahan yang kedua adalah penertiban administrasi aset dan tanah wakaf. PDM mengingatkan agar seluruh tanah wakaf maupun aset pembelian atas nama Persyarikatan segera diproses sertifikasinya.
Hal ini penting untuk menghindari potensi sengketa dikemudian hari. Banyak kasus tanah wakaf yang belum bersertifikat akhirnya dipersoalkan oleh ahli waris.
“Meski membutuhkan biaya, proses sertifikasi harus segera dilakukan. Ini bagian dari amanah dan tanggung jawab organisasi,” tegasnya.
Penguatan administrasi melalui E-KTAM adalah arahan yang ketiga, yakni optimalisasi pendaftaran anggota melalui sistem E-KTAM. PDM Kota Metro telah menunjuk verifikator dan agen untuk mempercepat proses penerbitan kartu anggota sebagai bagian dari tertib administrasi.
Selain itu, ia mendorong seluruh Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) menjadi pusat persemaian dakwah.
“Alhamdulillah, MI Muhammadiyah Hadimulyo menjadi madrasah percontohan, sementara SMP Muhammadiyah 3 terus menunjukkan perkembangan positif. Seluruh elemen AUM diharapkan tidak sekadar menjalankan fungsi kelembagaan, tetapi juga mengemban misi dakwah Persyarikatan,” terangnya.
Tausiyah: Puasa yang Menggembirakan
Dalam tausiyahnya, H. Kasimun mengangkat tema “Puasa yang Menggembirakan.” Ia mengajak jamaah menjalani Ramadan dengan hati lapang dan penuh sukacita.
“Puasa harus dibawa dengan gembira. Awali dengan senyum dan perbanyak syukur,” pesannya.
Ia juga mengingatkan pentingnya memperlama rukuk dan sujud saat salat sendirian sebagai bentuk penghambaan total kepada Allah. Rukuk adalah simbol penghormatan, sedangkan sujud adalah wujud kerendahan hati di hadapan Sang Khalik.
Ia menambahkan bahwa, safari Ramadan ini diharapkan menjadi momentum penguatan ukhuwah, konsolidasi organisasi, serta peneguhan dakwah berbasis masjid dan amal usaha di lingkungan Muhammadiyah Kota Metro. (Guswir)

