Metro – Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kota Metro menggelar kegiatan Pesantren Daycare Lansia selama dua hari satu malam, Sabtu–Ahad, 21–22 Februari 2026, bertempat di Rumah Lansia Day Care ‘Aisyiyah Kota Metro. Kegiatan ini diikuti 40 peserta yang merupakan para kader dan senior di‘Aisyiyah Metro, dari berbagai cabang se-Kota Metro.
Ketua pelaksana, Dra. Parsi Virst Ellani, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan makna hari tua agar tetap bernilai dan produktif dalam bingkai pengabdian kepada Allah SWT.
“Kami berharap melalui kegiatan ini para lansia semakin memaknai usia senja sebagai fase tetap berdaya guna. Walaupun usia bertambah, kita tetap bisa memberi teladan kepada generasi muda. Hari tua bukan alasan untuk berdiam diri, melainkan momentum untuk terus mengabdi dan menghadirkan contoh-contoh kebaikan,” ujarnya.
Menurutnya, Pesantren Daycare Lansia dirancang tidak sekadar sebagai agenda rutin Ramadhan, tetapi sebagai proses pembinaan berkelanjutan yang meneguhkan optimisme, kemandirian spiritual, dan semangat kebermanfaatan sosial di usia lanjut.

Hal senada dengan itu, Ketua Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kota Metro, Hj.Tugirah, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari ikhtiar ‘Aisyiyah dalam mengisi kegiatan Ramadhan bagi kader sesepuh yang telah lama berkontribusi dalam dakwah Persyarikatan.
“Program ini dirancang sebagai ruang pembinaan spiritual sekaligus penguatan silaturahmi bagi para lansia ‘Aisyiyah. Peserta mengikuti rangkaian pengajian tematik, pembinaan ibadah, refleksi keislaman, serta aktivitas kebersamaan yang menumbuhkan semangat dan kebahagiaan di usia senja,” katanya.
Hj. Tugirah menegaskan, kegiatan ini adalah bentuk komitmen organisasi dalam memberikan perhatian berkelanjutan kepada para perintis gerakan.
“Pesantren Daycare Lansia ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi wujud penghormatan dan pelayanan kami kepada para sesepuh ‘Aisyiyah. Mereka adalah generasi yang telah menguatkan dakwah dan amal usaha. Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan ruang pembinaan ruhani yang menenteramkan sekaligus mempererat ukhuwah,” ujarnya.
Ia menambahkan, lansia tetap memiliki peran strategis dalam dakwah dan pembinaan keluarga. Karena itu, pendekatan yang dilakukan tidak hanya menyentuh aspek spiritual, tetapi juga kebugaran, kesehatan, serta penguatan psikososial.
Menurutnya, kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari pengembangan layanan sosial berbasis komunitas yang ramah lansia. Dengan suasana hangat dan kekeluargaan, para peserta diharapkan merasakan kenyamanan, perhatian, serta dukungan moral yang berkelanjutan.
“Pesantren Daycare Lansia ini menjadi bukti bahwa gerakan ‘Aisyiyah terus beradaptasi menjawab kebutuhan zaman, termasuk dalam memberikan pelayanan dan pemberdayaan bagi warga lanjut usia,” tuturnya.
Ketua PD ‘Aisyiyah Kota metro melalui kegiatan ini, menjadi semangat dakwah berkemajuan, ‘Aisyiyah Metro dalam meneguhkan komitmennya, untuk merawat generasi terdahulu sekaligus menyiapkan generasi penerus yang berkarakter dan berkeadaban. (Guswir)

