Berangkat dari sebuah perjalanan menelusuri arsip sejarah perkembangan Muhammadiyah di Metro, penulis sedikitnya mendapati beberapa lembar dokumen surat resmi dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Yogyakarta yang isinya berupa ‘Surat Ketetapan’ berdirinya Cabang Muhammadiyah di Hadimulyo. Surat tersebut diterbitkan pertanggal 5 Mei 1963.

Dalam menulis catatan kecil tentang “Sejarah Singkat Berdirinya Muhammadiyah Cabang Hadimulyo” penulis sepenuhnya berangkat dari sumber sejarah dokumen atau arsip tersebut, yang boleh jadi tulisan ini masih banyak kekurangan di sana-sini.

Muhammadiyah Ranting Hadimulyo

Memasuki usia Enam Puluh Satu (61) tahun Muhammadiyah Cabang Hadimulyo. Sebuah perjalanan panjang yang patut diapresiasi. Mustahil keberadaannya eksis hingga kini, tanpa diiringi semangat dakwah dari pimpinan dan anggota-anggotanya dalam menghidup-hidupi Persyarikatan Muhammadiyah ditanah eks kolonisasi ini.

Sebelum secara sah berdiri sebagai Cabang, Muhammadiyah di Hadimulyo semula berupa setingkat ranting yang diperkirakan berdiri pada tahun 19471.

Muhammadiyah Ranting Hadimulyo merupakan salah satu Ranting yang tertua dalam wilayah Muhammadiyah Cabang Metro. Pergerakan Amal Usaha Muhammadiyah Ranting Hadimulyo yang begitu nyata pesatnya ini turut didukung oleh tokoh-tokoh yang berpengalaman dalam melaksanakan tugasnya sebagai pimpinan maupun anggota.

Kala itu, buah dari amal usahanya, Muhammadiyah Ranting Hadimulyo telah memiliki Madrasah Ibtidayah, Satu Masjid dan Dua bangunan berupa Langgar. Beberapa amal usaha tersebut menjadi pusat dakwah di lingkungan setempat. Tempat dilaksanakannya pengajian mingguan anggota ranting yang berjumlah 60 orang anggota warga Muhammadiyah, baik laki-laki maupun perempuan.

Dakwah Muhammadiyah di Ranting Hadimulyo tidak hanya dilaksanakan kedalam, Pimpinan dan anggota Muhammadiyah Ranting Hadimulyo juga melakukan dakwah keluar dengan cara menghargai perbedaan dengan masyarakat di lingkungan sekitar yang memiliki paham keIslaman yang berbeda, dan juga menjaga toleransi dengan umat beragama lain.

Dengan dakwah tersebut, keberadaan amal usaha Muhammadiyah Ranting Hadimulyo dapat diterima oleh lingkungan sekitar tanpa adanya penolakan. Hal ini sebagaimana tertuang dalam formulir Model ‘N’ tertanggal 6 November 1962 yang isinya menjelaskan tentang keadaan Muhammadiyah Ranting Hadimulyo sebagai lampiran permohonan disahkannya menjadi Cabang kepada PP Muhammadiyah di Yogyakarta.

 

Ditetapkan dan Sah menjadi Cabang

Warga dan simpatisan Muhammadiyah di Hadimulyo dirasa semakin menampakkan perkembangan dan kemajuan yang begitu pesat, maka muncullah keinginan untuk membentuk Muhammadiyah Cabang di Hadimulyo.

Rapat anggota ranting Muhammadiyah Hadimulyo segera dilaksanakan. Malam Jumat tanggal 21 Juni 1962 di rumah bapak Moh. Thahari bedeng 22 Hadimulyo dipenuhi warga Muhammadiyah baik laki-laki maupun Perempuan. Tercatat 27 orang laki-laki dan 15 orang Perempuan ikut bermusyawarah. Musyawarah yang bersamaan dengan kajian rutin ranting itu menghasilkan kesepakatan yakni melebur ranting Hadimulyo dan Purwosari “menjadi Muhammadiyah Tjalon Tjabang Hadimuljo” dan meminta segera diakui dan disahkan.

Surat Permohonan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lampung nomor 15/2.A/63 tertanggal 1 Maret 1963 perihal Permohonan Menjadi Cabang Muhammadiyah kepada Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Yogyakarta sedikitnya melampirkan empat bakal cabang muhammadiyah, diantaranya Muhammadiyah Ranting Trimurjo Cabang Metro, Muhammadiyah Ranting Hadimulyo Cabang Metro, Muhammadiyah Ranting Pekalongan Cabang Metro dan Muhammadiyah Ranting Kedamaian Cabang Talang Padang.

Pada 5 Mei 1963, setelah menerima surat permintaan dari Pimpinan Muhammadiyah Ranting Hadimulyo yang telah disetujui oleh Pimpinan Muhammadiyah Cabang Metro dan Pimpinan Muhammadiyah Daerah Lampung maka Pimpinan Pusat Muhammadiyah Yogyakarta melalui Surat Ketetapan nomor 1674/A mengabulkan berdirinya Cabang Muhammadiyah di Hadimulyo.

Gambar. Surat penetapan Cabang Muhammadiyah Hadimulyo

Berikut kutipan dari Surat Ketetapan tersebut:

“Assalamualaikum wr.wb.

Mengabulkan permintaan Saudara, bersama dengan ini kami kirimkan “Surat Ketetapan” Muhamadijah Tjabang Hadimulyo harap Saudara terima dengan baik dan perhatian.

Setelah kami mengetahui keadaan Muhammadijah di sini menurut keterangan dari Pimpinan Muhammadijah Daerah Lampung besarlah harapan kami bahwa Muhammadijah Tjabang Hadimuljo akan dapat medjoe dengan pesatnja berkat pimpinan Saudara2.

Kami harap Saudara selalu berhubungan dengan Pimpinan Muhammadijah Daerah Lampung dan juga dengan kami, karena dengan itu dapatlah diikuti perkembangan Muhammadijah diseluruh Indonesia.

Dan lagi jika Saudara2 disini belum berlangganan Suara Muhammadijah (berita resmi persjarikatan) haraplah segera berlangganan; karena disitu termuat hal2 jang penting untuk perkembangan Tjabang dan Ranting Muhamandijah.

Demikianlah harapan kami semoga dengan Surat Ketetapan ini Muhammadijah Tjabang Hadimulyo dapat meluas amal usahanja yang dihadjatkan oleh persjarikatan jang berbuah dan bermanfaat. Sekian, dan selamatlah kita kesemunnja. Amien.

Sepanjang perjalannya, Muhammadiyah Cabang Hadimulyo tentu telah berhasil melewati berbagai dinamika dan tantangan yang berasal dari dalam maupun luar. Hingga pada usia lebih dari setengah abad ini, Muhammadiyah Cabang Hadimulyo sudah seharusnya boleh dibilang telah dewasa dan matang dalam beramal usaha sesuai maksud dan tujuan Persyarikatan Muhammadiyah.

Lebih-lebih saat ini, bukan hanya AUM Pendidikan dan tempat ibadah saja yang dimiliki Muhammadiyah Cabang Hadimulyo telah memiliki AUM Kesehatan berupa Klinik Rawat Jalan Utama Hadimulyo. Dan pada Musycab ke-14 yang dilaksanakan pada Ahad, 28 Mei 2023, Muhammadiyah Cabang Hadimulyo diakui sebagai Barometer pengurusan Tanah Wakaf Terbaik di wilayah Muhammadiyah Daerah Metro.

Penulis:

  1. Barnas Rasmana, Anggota MPI PCM Metro Timur, Pegiat Sejarah Lokal dan Staff Universitas Muhammadiyah Metro
  2. Kuswono, Anggota MPI PDM Kota Metro, Dosen Pendidikan Sejarah Universitas Muhammadiyah Metro

 

Daftar Referensi:

Dokumen milik Arsip Nasional Republik Indonesia

1http://metro-kota.muhammadiyah.or.id/content-3-sdet-sejarah.html

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.